Bogor Agricultural University

IPB Badge

asyafn11s's blog

Just another weblog

Mengapa Saya Menjadi Mahasiswi IPB

Author: ASYA FATHYA NUR ZAKIAH
10 5th, 2011

MENGAPA SAYA MENJADI MAHASISWI IPB

Asya Fathya Nur Zakiah

NIM : C34110030

 

“Mengapa saya menjadi Mahasiswi IPB.” Ada banyak alasan dan jalan yang saya lalui sehingga saya menjadi mahasiswi IPB saat ini. Pertama, ketika pemerintah mengumumkan tentang tata cara penerimaan mahasiswa baru 2011 di Perguruan Tinggi Negeri, yaitu SNMPTN Undangan 2011. Saya memilih IPB untuk ketiga pilihannya dengan pilihan pertama yaitu Statistika, kedua yaitu Teknologi Hasil Perairan dan ketiga yaitu Manajemen Sumberdaya Perairan untuk ketiga program studinya.

 

Diantara banyak cita-cita saya, saya pun ingin menjadi seorang dosen matematika, ya, awalnya saya ingin memilih UPI untuk pilihan keduanya, namun ada selentingan kabar dari BK sekolah saya, bahwa IPB tidak mau diduakan dengan PTN manapun, karena ia merupakan salah satu dari lima PTN terbaik di Indonesia. Mendengar hal tersebut, saya urungkan niat saya untuk memilih UPI, karena beberapa alasan yang mengaharuskan saya untuk tetap memilih IPB, diantaranya IPB memiliki kuota SNMPTN Undangan yang paling banyak dibandingkan UPI dan Perguruan Tinggi Negeri lainnya, suasana di IPB sangat mendukung untuk belajar dan beberapa alasan lainnya hingga pada akhirnya saya tetap memilih IPB untuk tiga pilihannya.

 

Sejak saya mengerti arti cita-cita, dan saya termotivasi oleh kakak-kakak kelas yang telah berhasil diterima di Sekolah Tinggi kedinasan seperti STAN, STIS, STP dan lain-lain, saya ingin menjadi salah satu mahasiswi di sekolah-sekolah tinggi tersebut, itu cita-cita saya. Namun sekolah-sekolah tinggi kedinasan pada umumnya mengadakan USM yang paling akhir daripada Perguruan Tinggi Negeri lainnya.

 

Saya masih penasaran dengan namanya statistika, dan untuk kedua kalinya saya mencoba mengikuti USM STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistika). Namun pada akhirnya saya tetap gagal dan mungkin Allah tidak mengizinkan saya untuk menekuni bidang ini secara khusus. Sampai saat ini, tanggal 24 Juni 2011, saya masih menunggu pengumuman pembukaan pendaftaran STAN, namun sampai saat ini Kementrian Keuangan (Kemenkeu) belum membuka penerimaan mahasiswa baru STAN untuk program D3, menurut kabar berita yang beredar hal itu berkaitan dengan evaluasi atas penerimaan pegawai Kemenkeu yang saat ini masuk tahap finalisasi.

 

Ada beberapa alasan saya memilih statistika, diantaranya disamping statistika termasuk kategori pertama di IPB, menekuni bidang statistika sepertinya merupakan hal serius, dan akan banyak bergaul dengan teman-teman yang akan benar-benar menuntut ilmu. Diantara banyak macam pelajaran yang telah saya tekuni, saya lebih memilih matematika untuk menemani saya untuk beberapa tahun ke depan dibandingkan pelajaran lainnya. Dan kuota statistika di IPB lebih banyak dibandingkan di PTN lainnya. Pilihan kedua, saya konsultasi dengan orangtua saya dan mereka menganjurkan untuk memilih Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Departement Teknologi Hasil Perairan (THP) dengan alasan latar belakang pendidikan kedua orangtua saya dari perikanan mereka juga memiliki link yang kuat di sektor perikanan.

 

Awalnya saya tidak tertarik masuk IPB dan saya lebih menginginkan UPI-Pendidikan Matematika. Namun pada akhirnya saya tetap memilih IPB dengan pertimbangan selain alasan kedua orang tua saya dan saya melihat kenyataan betapa masih rendahnya budaya makan ikan Masyarakat Indonesia yang pada tahun 2010 baru mencapai 30,47 Kg/kapita/tahun dibandingkan negara-negara lainnya seperti Jepang (110 kg), Korea Selatan (85 kg), Amerika Serikat (80 kg), Singapura (80 kg), Hongkong (85 kg), Malaysia (45 kg), dan Thailand (35 kg) (Masper Fish Corp, 2010). Akhirnya di bidang ini saya jadi terinspirasi untuk serius belajar di Departement Teknologi Hasil Perairan dan saya punya mimpi, mimpi untuk meningkatkan konsumsi ikan bangsa Indonesia paling tidak bisa sejajar dengan Thailand melalui diversifikasi pengolahan makanan asal ikan untuk konsumsi anak-anak usia perkembangan, khususnya balita dengan harapan mereka akan jadi generasi emas/penerus yang lebih cerdas dan berakhlakul kharimah dan satu lagi mimpi saya jadi pengusaha pengolahan Ikan.



Besweni. 2002. Kajian Ekologi Ekonomi Pengembangan Budidaya Rumput Laut di Kepulauan Seribu (Studi Kasus di Gugusan P. Pari). Bogor: Institut Pertanian Bogor.

 

(Sumber: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/6303)